Tes DNA Tengkorak Diduga Buron Korupsi Kejaksaan, Istri Sujono Pingsan

Samarinda – Kepolisian melakukan tes DNA terhadap tengkorak dan tulang-tulang yang diduga buronan kasus korupsi Kejari Tarakan, Kalimantan Utara. Istri korban sempat jatuh pingsan saat melihat tengkorak yang diduga suaminya bernama Sujono itu.

“Tadi (hari ini) istri korban ke RS Abdul Wahab Syachranie di Samarinda, melihat tengkorak dan baju diduga Sujono itu. Dia jatuh pingsan karena shock,” kata Kasubbag Humas Polres Kutai Kartanegara Iptu Suwarno, saat dihubungi detikcom, Minggu (23/12/2012) sore WITA.

Berdasarkan data ante morthem, terdapat 6 item yang memiliki kesesuaian dengan tengkorak tersebut berdasarkan penyesuaian keterangan dengan sang istri. Di antaranya terkait identitas, pakaian korban dan ketinggian badan yang sudah menjadi tengkorak itu.

“Ada 6 item yang sesuai. Yang tidak sesuai, hanya beberapa saja. Jadi, untuk lebih memastikan identitas tengkorak itu kita harus melakukan tes DNA,” ujar Suwarno.

“Tes DNA itu diperkirakan memakan waktu paling cepat 2 minggu dan paling lama 1 bulan. Mudah-mudahan bisa dilakukan petugas medis di Samarinda. Kalau tidak, bisa dilakukan di Puslabfor Mabes Polri,” tambahnya.

Dijelaskan Suwarno, anak kandung Sujono juga sudah berada di Samarinda untuk persiapan melakukan tes DNA yang juga akan mengikutsertakan data ante morthem sebagai data penunjang.

“Kalau semisalnya saja semua data ante morthem itu sesuai, kita bisa yakinkan kalau tengkorak itu adalah Sujono dan kita tidak perlu tes DNA,” terangnya.

“Tes DNA untuk mengetahui kepastian identitas korban juga untuk mencari tahu penyebab kematian korban (kalau benar tengkorak tersebut adalah Sujono). Semua akan terjawab melalui tes DNA dan penyelidikan kepolisian nanti akan mengerucut dan lebih fokus,” tutup Suwarno.

Seperti diberitakan, tengkorak diduga buronan kasus korupsi itu ditemukan di KM 54 ruas jalan poros Balikpapan-Samarinda, wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain tengkorak, di lokasi juga ditemukan tulang-tulang, pakaian serta kartu identitas.

Tengkorak itu ditemukan Rabu (19/12/2012) pagi kemarin, oleh pekerja proyek pelebaran badan jalan Balikpapan-Samarinda. Temuan itu dilaporkan ke Polsek setempat siang harinya. Belakangan dari kartu identitas, tengkorak itu diduga bernama Sujono, kelahiran Kebumen, 29 Juli 1966 dan tinggal di Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah.

Berdasarkan keterangan sang istri kepada kepolisian, Sujono terakhir bekerja sebagai pegawai PLN Tarakan dan telah hilang kontak sejak tahun 2010 lalu, lantaran Sujono diduga terlibat kasus korupsi miliaran rupiah. Sujono terakhir berstatus tersangka dan menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Tarakan hingga akhirnya melarikan diri dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s