Jakarta Dilanda Banjir Karena Rusaknya Sistem Drainase Kota

Gambar

 

Jakarta – Hujan deras yang terjadi dalam sepekan terakhir di kawasan Jakarta menimbulkan banjir parah di beberapa titik. Banyak muncul genangan air di berbagai ruas jalan yang menyebabkan kemacetan.

Menurut Pengamat Transportasi dan Perkotaan Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, tanah di Jakarta sudah tidak mampu lagi menyerap air hujan karena mayoritas sudah ada bangunan di atasnya. Sistem drainase juga mengalami kelumpuhan.

“Kita gagal karena drainase tidak dibenahi. Seperti yang di Thamrin dan Sudirman, itu kan belum lama dibangun di era Pak Foke. Kok sekarang makin parah lagi. Berarti ada yang salah dengan perawatannya,” ucap Yayat.

Menurut Yayat, sebagian drainase di Jakarta tidak berfungsi optimal karena sungai belum dikeruk. “Sungai-sungai di Jakarta banyak mengalami penyempitan dan pendangkalan. Ini harus dikeruk agar bisa menampung air lebih banyak,” tambah Yayat.

Selain itu, kontur tanah Jakarta lebih rendah dari permukaan laut. “Curah hujan 50-100 mm dengan durasi 3-5 jam saja Jakarta kebanjiran. Itu tanpa kiriman hujan dari Bogor.

Menurut Yayat, kondisi cuaca dengan hujan lebat, air yang tidak mengalir serta penyerapan air tanah yang tidak maksimal merupakan faktor utama timbulnya banjir di Jakarta. Tanah tidak dapat melakukan penyerapan air hujan secara maksimal karena sudah terlalu banyak bangunan yang berdiri di Jakarta.

“Misalnya air hujan yang turun 100, 100 nya tertuang ke drainase. Padahal drainasenya hanya cukup menampung 20%. Sisanya 80% jatuh ke jalan. Ya jadi banjir kan?” jelasnya.

Yayat mengusulkan agar Jakarta dibangun border untuk menampung air. Air drainase ditampung dalam satu tampungan kemudian dipompa ke sungai-sungai atau badan. Sebab menurut Yayat, banjir kanal saat ini masih kurang berfungsi optimal. “Meskipun ada banjir kanal, tetap saja Jakarta stag. Kali Sunter juga sudah disedot, namun masih saja ada genangan,” keluhnya.

Meskipun demikian, Yayat menambahkan, apapun yang dibangun oleh pemerintah akan sia-sia jika tidak didukung oleh peran masyarakat. Salah satunya adalah dengan menjaga agar sistem drainase tetap lancar. “Masyarakat harus ikut menjaga drainase lancar, mematuhi lalu lintas dan jangan banyak memngeluh,” pungkas Yayat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s